Sejarah kartu nama.

Sejarah kartu nama.

Perkembangan teknologi terkini memungkinkan data personal disimpan melalui komputer; dan sederet “storage” canggih yang terhubung dengan telepon pintar. Kendati demikian, rupanya masih ada satu atribut wajib yang tidak lepas dari dunia profesional: kartu nama.

Melalui sebidang kertas kecil--kartu nama--Anda dapat menyampaikan informasi personal, maupun pribadi seputar perusahaan dan dunia kerja. Tidak heran, jika keberadaan kartu nama--umumnya menjadi tolok ukur tingkat profesionalitas seseorang. Di sana, tertera nama, logo perusahaan, alamat, nomor telepon, situs, faksimile, dan email.

Kartu nama lantas didesain dengan bentuk seformal mungkin--meski tidak menutup kemungkinan; ada pula orang yang “berkreasi” dengan format visual yang unik dan nyentrik. Adapun meski terkesan ketinggalan zaman, kartu nama toh masih menjadi satu perangkat profesional yang penuh daya guna, salah satunya: menjaring koneksi.

Sejarah Perkembangan Kartu Nama.

Tahukah Anda, penggunaan kartu nama untuk kepentingan tertentu--rupanya sudah ada dan mengakar sejak abad ke-17?

Pada masa itu, masyarakat Eropa menciptakan kartu nama untuk tujuan yang sifatnya “informatif”. Nah, ketika seseorang mengeluarkan kartu nama, di saat itulah akan muncul pemberitahuan bangsawan/pejabat yang akan berkunjung atau justru sekadar melintas.

Pun itu sebabnya, meski ukurannya hanya sebesar kartu remi--kartu nama seolah menjadi perlambang status sosial masyarakat. Dapat dipastikan, hampir seluruh masyarakat kalangan atas/bangsawan, memiliki kartu namanya sendiri. Nah, sama halnya dengan sekarang, dahulu setiap orang juga berlomba-lomba menciptakan desain unik untuk kartu nama mereka. Salah satunya, lewat penggunaan tinta emas.

Seiring berjalannya waktu, kartu nama lantas mengalami perkembangan fungsi. Di sekitar abad ke-19, misalnya. Kartu nama, berubah menjadi “social card”. Ketika ada pertemuan penting, seseorang akan membawa kartu nama mereka; sementara si pemilik rumah/tempat, akan menyiapkan baki sebagai wadah kartu nama; sekaligus simbol penyambutan tamu.

Kartu yang sudah diletakkan oleh tamu, selanjutnya akan diserahkan kepada tuan rumah untuk diperiksa. Dari situlah, si tuan rumah akan mengetahui identitas para tamu yang datang. Semakin bagus desain kartu nama, maka meningkat pula kesan yang akan diberikan oleh si pemilik. Adapun budaya “berkartu nama” menjadi satu hal yang lumrah ditemukan di masyarakat Eropa. Bahkan, budaya ini juga turut menciptakan tren serta aturan yang tidak kalah penting, seperti:

  1. Seseorang akan dicap tidak sopan, jika melihat kartu nama tamu lain, saat sedang berkunjung.
  2. Kartu nama yang dilipat di bagian ujung/sudut--menunjukkan kunjungan yang bersifat pribadi. Sedangkan social card yang dilipat di bagian tengah, menunjukkan kunjungan hanya untuk keperluan keluarga.
  3. Simbol P/F dalam kartu nama berarti ucapan selamat. Sebaliknya, simbol P/C bermakna pernyataan belasungkawa.

Sementara kartu nama digunakan sebagai social card, rupanya ada pula yang mulai memanfaatkan kartu nama untuk tujuan bisnis. Kecenderungan ini, dimulai oleh para pedagang di Inggris--yang umumnya akan membagi kartu nama kepada para pelanggan. Keberadaan revolusi industri di kemudian hari, lantas mengubah kembali esensi pemberian kartu nama. Nah, jika sebelumnya kartu nama merupakan satu benda sakral yang hanya akan dibagikan di acara formal; pascarevolusi--kartu nama justru sering kali disebarkan di ragam acara nonformal. Kebiasaan ini, bahkan terus berlanjut--hingga Amerika Serikat.

Manfaat Kartu Nama 

Sejak saat itu, terdapat perkembangan fungsi kartu nama, dari yang mulanya untuk memperkenalkan diri; simbol status sosial, menuju kepentingan bisnis. Dalam dunia bisnis, biasanya kartu nama akan digunakan untuk memperluas jaringan. 

Di tengah perkembangan smartphone maupun perangkat elektronik yang kian canggih, Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa seseorang tetap ngotot menggunakan kartu nama? Padahal, untuk sekadar bertukar kontak hingga alamat, seluruhnya sudah difasilitasi oleh smartphone. Lantas, apa saja sih manfaat yang bisa didapatkan dari selembar kartu nama?

  1. Meningkatkan Profesionalitas. Saling bertukar kontak via handphone mungkin terdengar praktis. Namun, jika Anda ingin terlihat profesional di mata orang lain--atau justru klien penting, sebaiknya, gunakan kartu nama. Apalagi, hal ini juga akan menghindarkan Anda dari kesalahan mengeja; mengetik nomor; atau justru risiko salah sambung.
  2. Lebih Praktis. Jika waktu Anda terbatas--terlebih untuk “menonjolkan” profil diri melalui handphone, pakailah kartu nama. Adapun kartu nama menjadi solusi paling praktis, ketimbang harus mencatat atau justru menekan layar smartphone untuk menyimpan kontak.
  3. Meningkatkan Peluang Bisnis. Banyak perusahaan menggunakan kartu nama mereka sebagai “alat” promosi untuk mendapatkan klien atau justru calon pelanggan. Apalagi, jika desain kartu nama Anda unik dan menarik. Kendati tidak selalu berarti mutlak, desain kartu nama bisa menjadi “cerminan” perusahaan yang Anda wakili. Semakin profesional, tentulah semakin baik. Itu sebabnya, pembuatan kartu nama tidak bisa dilakukan secara sembarang; melainkan harus merepresentasikan profil perusahaan, pun menampilkan sedikit informasi tentang produk/jasa yang Anda tawarkan. Intinya, buatlah mereka tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang perusahaan/Anda; sekaligus “enggan” membuangnya. 
  4. Memperluas Jaringan. Ada kalanya, Anda mungkin tidak mendapatkan peluang kerja dari calon pelanggan / klien. Namun, jangan keburu khawatir. Pasalnya, dengan saling “berbagi” kartu nama, Anda toh memiliki kesempatan lebih lanjut untuk memperluas jaringan. Apalagi jika lingkungan pekerjaan memungkinkan Anda bertemu banyak orang setiap harinya. Nah, dengan berbagi kartu nama dan mencantumkan kontak pribadi; siapa tahu ada orang yang tertarik untuk bermitra dengan Anda?

Itulah beberapa informasi seputar kartu nama, sejarah, dan beragam manfaat yang bisa Anda dapatkan dari sana. Semoga bermanfaat!

Kami beda dengan yang lain. Kami spesialis.

ORDER SEKARANG